Cara Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula (Panduan Lengkap)

Cara budidaya kroto rumahan- Dari zaman dahulu sampai sekarang kroto masih menjadi makanan pokok buat binatang peliharaan seperti burung kicau atau jenis binatang pemakan serangga lainnya. Dan di tahun 2018 seiring berkembangnya pencinta burung di Indonesia, anak semut rangrang ini semakin banyak dicari.

Namun sayangnya keberadaan kroto di alam liar sendiri sudah sangat langka akibat kerap diburu. Kemudian hal ini membuat orang-orang mulai berpikir untuk membuka usaha beternak kroto di rumahnya lalu dijual kepada konsumen.

Apabila kita mendalami usaha ini bukan tidak mungkin jika kita bisa sukses dan meraup keuntungan yang sangat besar. Sebab konsumennya bukan hanya berasal dari pecinta burung saja namun banyak juga dari komunitas pancing mania yang membeli kroto sebagai umpan ikannya.

Maka dari itu budidaya kroto bisa dikatakan sebagai usaha yang menjanjikan. Akan tetapi dalam menjalaninya kalian harus sungguh-sungguh, disiplin, bersabar dan banyak membaca panduan-panduan membudidayakan kroto.

Untuk panduannya kalian bisa membaca tutorial yang akan hobinatang.com tulis di bawah ini. Tutorial kami ini dikhususkan untuk anda para pemula yang ingin budidaya kroto rumahan. Yang mana tidak membutuhkan lahan luas yang khusus, cukup memanfaatkan area rumah yang kosong.

Bagaimana teknik budidaya kroto di rumah?

Budidaya Kroto Rumahan Untuk Pemula


Agar menghasilkan kroto yang berkualitas, silahkan kalian perhatikan langkah-langkah penting budidaya kroto di bawah ini:

1. Mempersiapkan Tempat Untuk Membudidayakan Semut Rangrang


Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula

Tentu saja langkah pertama dalam budidaya kroto adalah memelihara semut rangrang. Karena tanpa mereka, si kroto tidak mungkin hadir di muka bumi. Kecuali kroto ajaib yang lahir dari batu seperti Sun Go Kong. haha Oleh sebab itu kita harus menyiapkan sarangnya terlebih dahulu untuk berkembang biak.

Dalam ternak semut rang rang rumahan biasanya orang-orang memakai media toples, paralon atau bambu. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Media Budidaya Kroto Rumahan

Apabila kalian ingin menggunakan toples, sebaiknya dibuatkan lubang dengan diameter 1 cm pada sisi toples dan atas toples. Fungsinya adalah sebagai jalur semut rangrang agar bisa keluar masuk untuk mengambil makanan yang berada di luar toples.

Dan apabila bibit semut rangrang baru dimasukkan ke dalam toples, harap lubangnya ditutup dahulu sampai  kurang lebih 3 jam. Hal ini bertujuan supaya semut yang baru masuk tersebut bisa beradaptasi dalam toples.

Panduan untuk kalian yang memakai paralon, silakan ambil paralonnya dan potong sebesar 12 cm dan panjangnya 50 cm. Untuk penyusunannya gunakanlah rak yang terbuat dari bambu atau besi. Usahakan ada 2 rak tingkat serta letakkan wadah yang berisi air pada setiap kaki kaki raknya agar semut tidak mudah kabur. Selain itu jauhkan kandang dari suara bising karena ratu semut butuh ketenangan untuk bertelur.

2. Membuat Rak Untuk Budidaya Kroto


Teknik Budidaya Kroto Rumahan

Masih dalam masalah tempat, jika di atas berkaitan dengan sarang semut, maka kali ini berkaitan dengan raknya alias lemarinya. Dengan meletakkan kandangnya di dalam rak akan memudahkan kita untuk mengontrol perkembangannya.

Standarnya tetap bisa berua besi atau kayu. Untuk tingginya bisa 1,5 meter, panjang 2 meter dan luas setengah meter. Atur menjadi beberapa tingkat dan setiap tingkatnya memiliki tinggi 30-40 cm. Sedangkan kaki raknya setinggi 30 cm ditambahi air atau oli supaya tidak kabur.

3. Memilih Bibit Kroto Yang Berkualitas


Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula

Langkah budidaya kroto selanjutnya adalah mencarikan bibit atau semut rangrang merah yang berkualitas. Kalian bisa mencarinya di alam liar, tapi perhatikan cara kalian mengambilnya. Jangan sampai merusak sarang hingga membahayakan koloni Semut Merah. Jadi tebanglah rantingnya agar aman.

Selain itu kalian harus mengambil sarang yang didalamnya ada krotonya, adapun sarang yang kosong kalian tinggal saja. Memang membutuhkan kerja keras untuk mendapatkan ratu. Jika anda tidak mau repot-repot alias malas mencari, cobalah membeli di toko burung yang menjual bibit kroto. Untuk harganya sekitar Rp. 150.000/liter, namun itu semua tergantung pada penjual di daerah kalian masing-masing.

Umumnya semut merah bisa menghasilkan 1 kg kroto dalam 10 hari. Dan bila kalian mencari bibit dari alam bebas, disarankan untuk memberi makan berupa bangkai serangga yang diolesi manisan setelah dipindahkan supaya dia cepat beradaptasi di tempat yang baru.

4. Menebar Bibit Rangrang


Cara Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula

Cara menebar bibit cukup mudah. Letakkan semut rangrang pada botol plastik lalu lubangi botol tersebut agar semut mudah keluar. Setelah itu letakkan botol ke dalam kandang atau paralon yang sudah anda siapkan. Biarkan semut keluar dari botolnya dan bersarang di dalam toples atau paralon. 

5. Pemberian Pakan Semut Rangrang


Inilah poin paling penting dalam membudidayakan kroto dan semut rangrang. Sebab makanan adalah sumber kehidupan baginya. Di alam bebas sendiri biasanya rangrang memakan ular, jangkrik, belalang atau serangga kecil lainnya.  jika dipelihara dirumah kalian bisa menambahkan manisan karena manisan merupakan makanan favoritnya.

Tebarkan pakan semut di sekitar paralon, nanti mereka akan menyebar dengan sendirinya untuk menyantapnya. Selain itu anda bisa juga memberinya makanan yang manis seperti gula yang dicampur air.

6. Cara Panen Budidaya Kroto Rumahan


Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula

Setelah kelima langkah di atas anda lakukan dengan rutin dan baik maka tips budidaya kroto selanjutnya adalah memanen hasilnya. Bagaimana caranya? Kapan biasanya kroto bisa dipanen?

Biasanya kroto sudah dapat dipanen setelah 15 sampai 20 hari. Pada saat itu semut rangrang mengeluarkan banyak telur atau sarang semut sudah terlihat menghasilkan banyak telur. Namun disarankan agar pada 6 bulan pertama dari awal pengembangan biakan jangan dipanen dulu.

Dengan begitu koloni semut rangrang bisa bertambah banyak dan panennya pun jadi stabil 2 kali dalam satu bulan.

Berikut langkah-langkah memanennya:

  • Siapkan wadah berupa 2 ember atau baskom.
  • Taburkan tepung supaya rangrang tidak bisa naik saat dituangkan di ember. 
  • Gunakan sarung tangan untuk mengambil sarang semutnya dan letakkan dalam wadah nanti semut akan tersaring dengan sendirinya.
  • Setelah semua tersaring kembalikan sarangnya pada kandang tempat budidaya yang sebelumnya sudah dibersihkan terlebih dahulu agar nyaman.
Lebih lengkapnya, lihat video ini:


Baca juga: Cara Ternak Kelinci yang Baik dan Benar untuk Pemula

Nah itulah cara budidaya kroto rumahan dengan mudah. Anda cukup modal sekitar 400.000 untuk usaha selama 10 tahun. Apalagi harga kroto hari ini per kilonya sekitar Rp.150.000-Rp. 250.000. Sekian terimakasih (Cantumkan sumber bila ingin copy paste).

2 Komentar Cara Budidaya Kroto Rumahan Bagi Pemula (Panduan Lengkap)

  1. Cara menemukan bibit nya gimana om??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe emang yang sampean pahami dari bibit kroto itu gimana mas? Bibit adalah sekumpulan semut yang akan dibudidayakan.

      Bibit berkualitas dan siap produksi adalah yanh sudah bersarang dan bertelur. Selain itu kondisi juga dilihat, isi koloninya banyak dan ada ratunya. Silahkan mas diresapi dulu pelan pelan, belajar step by step. Semoga sukses

      Delete

Kirim masukan atau pertanyaan di kolom komentar dengan:

1. Bahasa yang baik dan jelas.
2. Tidak mengandung spam p*rn*grafi, j*di atau lainnya.
3. Budayakan membaca sebelum berkomentar.
4. Centang kolom NOTIFY ME atau INGATKAN SAYA agar kalian bisa membaca balasan kami.

Back To Top